Angkasa Pura II Terbitkan RfP untuk Mitra Pengembangan Bandara Kualanamu

0
9
Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Foto: AP2

JAKARTA (up2date.co.id) – PT Angkasa Pura II (Persero) menerbitkan Final Request for Proposal (RfP) kepada calon mitra strategis untuk pengembangan bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
RfP ini sebagai amandemen, revisi, dan pembaruan RfP yang dikeluarkan pada 10 Februari 2020 dan direvisi pada 3 Juni 2020.

Dalam kerjasama pengembangan tersebut, nantinya PT Angkasa Pura II dan mitra strategis akan menjadi pemegang saham di PT Angkasa Pura Aviasi dengan pembagian saham PT Angkasa Pura II 51% dan mitra strategis 49% dengan jangka waktu 25 tahun.

“PT Angkasa Pura II tengah mencari mitra strategis untuk bersama-sama memajukan dan mempercepat pengembangan Bandara Internasional Kualanamu,” kata President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Awaluddin mengatakan, Angkasa Pura II mencari mitra strategis berkelas global untuk mencapai 3E yaitu Expansion the traffic: Meningkatkan trafik penerbangan internasional, Expertise sharing: Berbagi keahlian dalam pengelolaan bandara yang berkelas dunia, dan Equity partnership: Pemenuhan kebutuhan pendanaan secara cepat melalui kemitraan strategis.

Menurutnya, kelebihan skema kemitraan strategis ini dapat mendatangkan Foreign Direct Investment (FDI) ke Indonesia, terdiri dari komitmen capital expenditure dan upfront payment dari mitra strategis.

Director of Transformation & Strategic Portfolio PT Angkasa Pura II Armand Hermawan mengatakan bahwa pengumuman preferred bidders akan dilakukan pada tanggal 23 Desember 2020.

Pengembangan yang akan dilakukan oleh PT Angkasa Pura II dan mitra strategis di Bandara Kualanamu antara lain peningkatan kapasitas penumpang dari saat ini 9 juta penumpang per tahun menjadi 17 juta penumpang per tahun (Tahap I). Tahap II, 30 juta penumpang per tahun dan tahap III 42 juta penumpang per tahun.

“Pada pengembangan Tahap I, belanja modal atau capital expenditure (capex( yang dibutuhkan sekitar Rp3 triliun di mana 49% atau sekitar Rp1,4 triliun menjadi kewajiban mitra strategis,” ujar Armand Hermawan.

Adapun total hingga Tahap III, capex yang dibutuhkan untuk pengembangan sebesar Rp12 triliun.

Selain perluasan kapasitas terminal, pengembangan Kualanamu juga mengarah ke konsep Aerotropolis dengan berbagai gedung komersial di atas lahan 200 hektare antara lain theme park, logistic park, factory outlet, maintenance repair & overhaul (MRO) facility serta komplek perdagangan.(addin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here