Hindari Buron, KPK Bakal Tahan Tersangka Sebelum Diumumkan

0
37
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAKARTA (up2date.co.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menahan tersangka sebelum diumumkan ke publik agar tersangka tidak buron.

” Saat diumumkan statusnya, langsung dimulai dengan tindakan penahanan. Ini model yang mulai coba dilakukan untuk meminimalisir banyaknya tersangka yang melarikan diri dan ujungnya di DPO,” ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango di Jakaarta, Kamis (7/5/2020).

Nawawi menjelaskan salah satu yang sedang dipertimbangkan, yakni dengan menangkap tersangka sebelum statusnya diumumkan ke publik. Dari beberapa buronan KPK, hanya caleg PDIP, Harun Masiku saja yang melarikan diri saat proses operasi tangkap tangan (OTT). Sementara lainnya melarikan diri setelah status tersangkanya diumumkan kepada publik.

Menurut Nawawi, jeda waktu antara pengumuman status tersangka hingga pemanggilan menjadi celah para tersangka untuk melarikan diri.

“Itu yang menjadi ‘ruang’ bagi tersangka ‘untuk melarikan diri’. Jadi praktek seperti itu yang potensi memberi ruang para tersangka melarikan diri,” ungkapnya.

Nawawi menegaskan komitmen pihaknya akan terus memburu para tersangka yang telah berstatus buronan. Berbagai upaya dikerahkan KPK untuk membekuk para buron tersebut termasuk bekerjasama dengan pihak interpol.

“Kalau soal keseriusan menangkap para buron, kami sangat-sangat serius. Tapi peroalannya bukan hanya pada tataran itu,” tegasnya.

Sejauh ini diketahui, selain Harun Masiku, dan Samin Tan terdapat beberapa buronan KPK lain yang terdiri dari mantan Sekretaris Mahkamag Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono, swasta atau menantu Nurhadi.

Kemudian, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto, dan pimpinan GAM Izil Azhar atau Ayah Merin.(Arya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here