Legislator PKS ini Minta Pemerintah Tolak TKA China di Sultra

0
27
Anggota Komisi VI DPR RI F-PKS, Amin Ak.

JAKARTA (up2date.co.id) – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak meminta pemerintah pusat menolak kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Tujuan investasi seharusnya sesuai dengan sila ke-5 Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945, yakni untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat,” kata Amin, Ak. di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Menurut Amin, gencarnya usaha pemerintah untuk menaikkan peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business atau EoDB), jangan sampai melupakan tujuan yang hakiki yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Amin menyayangkan terbitnya regulasi yang melonggarkan investasi asing maupun praktik di lapangan selama ini terkesan mengorbankan kepentingan rakyat dan kedaulatan bangsa.

Sekedar informasi, Pemerintah Pusat dikabarkan telah memberikan izin masuk 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.

“Kita setuju peningkatan investasi asing dan memang kita harus membuka diri. Tapi tujuan investasi harus tetap sesuai dengan cita-cita luhur para founding fathers negara ini yang tertuang dalam sila ke-5 Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945,” kata Amin.

Menurutnya, sudah sewajarnya dan seharusnya jika peningkatan investasi harus berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja dalam negeri.

Menurutnya, apabila memang pernyataan sejumlah menteri maupun pejabat benar bahwa tenaga kerja dalam negeri skillnya rendah, maka itu menjadi tugas pemerintah untuk membina dan meningkatkan skill mereka. Hal itu bagian dari investasi sumber daya manusia untuk masa depan Indonesia.

Amin juga mengingatkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, bahwa prioritas investasi adalah investasi di sektor manufaktur yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Jatim IV (Kabupaten Jember dan Lumajang) itu merasa heran dengan penyataan Bahlil bahwa peningkatan realisasi investasi tak sejalan dengan kenaikan jumlah penyerapan tenaga kerja.

Bahlil beralasan faktor skill dan penguasaan teknologi SDM Indonesia yang rendah.

“Saya menangkap ini alasan yang dicari-cari saja. Apa iya, kualitas SDM kita serendah itu? Coba beri mereka gaji yang tinggi sebagaimana para TKA China itu, saya yakin SDM kita jauh lebih baik dan punya dedikasi membangun negeri,” katanya.

Lebih lanjut Amin mengapresiasi langkah Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir yang menutup wilayahnya untuk menjaga psikologis warga pencari kerja di Kendari dan menutup potensi penyebaran virus Covid-19 dari TKA asal Cina.

“Mereka disuruh bertahan di rumah tidak kemana-kemana bahkan tidak boleh mudik, lha ini justru TKA diijinkan masuk ditengah upaya bersama memerangi wabah Corona. Ini berbahaya secara sosial maupun ekonomi,” tegasnya.(Arya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here