Alternatif Cegah Covid-19, Pemerintah Uji Klinis Jahe Merah, Jambu Biji, dan Minyak Kelapa

0
29
Jahe Merah. Foto: tokopedia

JAKARTA (update.co.id) – Pmerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan uji klinis terhadap jahe merah, jambu biji, dan minyak kelapa untuk pencegahan Covid-19.

“Diharapkan paling tidak dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap Covid-19 atau menghasilkan suplemen baru yang bisa menumbuhkan daya tahan tubuh terhadap Covid-19,” kata Menristek Bambang P. S. Brodjonegoro dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Minggu.

Menurut Bambang, Kemenristek telah melakukan serangkaian pengujian, baik sistematic review, kemudian studi bioinformatika, dan saat ini sedang melakukan uji klinis, terutama di Rumah Sakit Wisma Atlet.

Sementara itu, untuk obat yang diharapkan dapat mengatasi penyakit COVID-19, Menristek mengatakan kementeriannya sedang melakukan uji klinis terhadap berbagai macam obat yang direkomendasikan dari luar negeri, baik avigan, chloroquine dan tamiflu, selain obat pil kina yang sedang dikembangkan di Indonesia.

“Pil kina (ini) sedang kita uji sebagai salah satu alternatif obat yang barangkali bisa meringankan beban penderita Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Kemenristek juga sedang melakukan riset terhadap convalescent plasma sebagai terapi untuk pasien Covid-19.

“Plasma dari pasien yang sudah sembuh itu kemudian dicoba diberikan sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dalam kondisi berat,” katanya.

Penelitian yang mulai dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto terhadap convalescent plasma tersebut, kata Bambang, menunjukkan hasil yang cukup melegakan, meski masih memerlukan riset dalam skala besar.

Oleh karena itu, Kemenristek/BRIN bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan riset yang lebih besar dan akan melibatkan banyak rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya di Jakarta, untuk mengembangkan convalescent plasma.

Selain convalescent plasma, Kemenristek juga sedang mengembangkan serum anti-Covid-19.

“Kita mencoba membuat serum anti-COVID-19 yang merupakan kerja sama antara Biofarma, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan IPB (Institut Pertanian Bogor), yang kita harapkan nantinya juga bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan kesembuhan dari Covid-19,” ujarnya. (Addin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here