Selama PSBB, Jalan Tol Didominasi Angkutan Barang

0
34
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

JAKARTA (up2date.co.id) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB, pengguna jalan tol didominasi oleh angkutan barang.

Arus kendaraan jalan tol juga turun sebesar 42%-60%.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 terdapat 14 ruas tol tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menerapkan PSBB dengan prinsip utama untuk membatasi pergerakan dan membatasi interaksi orang.

“Penurunan traffic jalan tol selama PSBB berkisar 42% hingga 60%. Angka traffic masih didominasi oleh pergerakan lokal pada kawasan megapolitan Jabodetabek dan pergerakan logistik (angkutan barang),” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di Jakarta Selasa (28/4/2020).

Meski ada pembatasan pergerakan kendaraan dijalan tol, Menteri PUPR memastikan layanan jalan tol dan non-tol tetap beroperasi sebagai jalur logistik untuk pergerakan barang kebutuhan pokok/pangan, alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis. Begitu juga untuk pergerakan orang pada skala lokal atau kawasan Jabodetabek.

Di Provinsi DKI Jakarta, terdapat 7 ruas tol yang berada dalam wilayah PSBB yakni Ruas Tol Cawang – Tomang – Pluit, Tol Cawang – Tanjung Priuk – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit, Tol JORR Non S (Seksi E1, E2, E3), JORR S, JORR W2 Utara, JORR W2 S, dan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo.

Rata-rata penurunan lalu lintas ruas tol di wilayah DKI Jakarta sebesar 42% dengan tingkat penurunan terbesar berada di ruas tol Prof. Sedijatmo (Bandara) sebesar 57%.(Fajar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here