Politikus PDIP ini Harapkan Polemik Nasi Anjing Tak Diperbesar

0
39
Nasi bungkus bergambar kepala anjing yang memunculkan polemik masyarakat Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

JAKARTA (up2date.co.id) – Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan berharap agar polemik nasi bungkus bertuliskan Nasi Anjing yang muncul di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak diperbesar.

Meskipun demikian, politikus PDIP ini sangat menyayangkan pembagian nasi bungkus bergambar kepala anjing tersebut.

“Saya sangat menyayangkan adanya pembagian makanan berlogo kepala anjing,” kata Arteria di Jakarta, Senin (27/4/2020).

Meskipun begitu, Arteria berharap kejadian ini tidak perlu diperbesar dan dijadikan polemik.

“Hal ini harus menjadi pembelajaran bagi donatur yang hendak memberikan bantuan,” katanya.

Mantan Pengacara ini menilai, penamaan Nasi Anjing dengan alasan porsinya lebih besar dibanding nasi kucing, dan anjing dianggap merupakan hewan yang setia, memang tidak salah tapi rentan disalahpahami penerima sumbangan. Hewan anjing menjadi sensitif dalam konteks urusan keagamaan di Indonesia.

“Sangat tidak sensitif apalagi dalam konteks pemberian bantuan, terlebih bantuannya dalam bentuk makanan yang untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Arteria mengatakan, yang menjadi permasalahan adalah bagi sebagian besar masyarakat diksi anjing itu secara langsung diasosiasikan sebagai sesuatu yang tidak lazim, bahkan diharamkan untuk dimakan.

Sehingga, konteksnya tidak lagi pada konten apakah pembuatan nasi dilakukan dengan bahan halal atau tidak. Tapi, lebih pada ketidakpatutan pemberian label pada bantuan makanan yang hendak diberikan dan dimakan oleh masyarakat.

“Membantu tidak sekadar memberi bantuan, namun cara, etika, dan kepatutan pun harus diperhatikan. Lakukan klarifikasi dengan baik tanpa perlu memberikan justifikasi,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara menerima pemberian nasi bungkus bertuliskan ‘Nasi Anjing’. Nasi bungkus itu diketahui berlogo kepala anjing dan disertai tulisan ‘Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting’.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan warga yang mendapatkan makanan itu pun merasa dilecehkan dengan bungkusan nasi dengan tulisan tersebut. Para warga, kata Yusri, juga berasumsi bahwa isi makanan yang dibungkus itu pun adalah daging anjing yang diharamkan umat Islam.(Azzah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here