Rakyat Terdampak Pandemi Covid-19 Lebih Butuh BLT Ketimbang Kartu Prakerja

0
36
Ketua DPP Partai NasDem Bidang Kesehatan, Okky Asokawati.

JAKARTA (up2date.co.id) – Rakyat yang terkena imbas pandemi Covid- lebih membutuhkan bantuan keuangan yang langsung dapat dirasakan seperti Banyuan Langsung Tunai (BLT) daripada program Kartu Prakerja dengan pelatihan berbasis dalam jaringan (daring) yang berfungsi sebagai kail.

“Saat ini calon pekerja dan korban PHK lebih membutuhkan ikan berupa bantuan langsung tunai (BLT) daripada kail,” kata Ketua DPP Partai NasDem Bidang Kesehatan, Okky Asokawati menanggapi soal peluncuran kartu prakerja di tengah pandemi covid-19, di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Apalagi, menurut Okky, saat ini memang tidak ada lapangan pekerjaan baru karena ekonomi turun dampak Covid-19.

Pemerintah sendiri telah memprediksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan turun sebesar 2,5% bahkan 0% dampak Covid-19.

Penurunan ekonomi di Indonesia akan berkolerasi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan di Indonesia.

“Kenapa tidak program Kartu Prakerja digeser sebagai program jaring pengaman sosial saja bagi mereka pencari kerja dan korban PHK. Anggaran pelatihan online sebesar 1 juta per orang dapat ditangguhkan di waktu mendatang yang lebih tepat,” usul Okky.

Masalah lainnya, kata Okky, secara teknis pelatihan daring juga tidak semua orang dapat mengikuti dengan baik. Sebab tidak semua daerah memiliki akses internet yang bagus.

“Efektivitas pelatihan daring juga perlu dikalkulasi. Jangan sampai hanya karena mengejar realisasi program kerja, kegiatan ini sia-sia dan tidak banyak memberi manfaat bagi warga negara pencari kerja dan korban PHK,” ingat Okky.

Setelah peserta mendapat pelatihan online dan mendapat sertifikat, peserta akan mendapat insentif Rp600 ribu selama tiga bulan serta Rp 150 ribu untuk survei kebekerjaan, asumsinya selepas itu peserta akan mendapatkan pekerjaan.

“Jika skenario ekonomi Indonesia akan turun karena dampak Covid-19, konsekwensinya tidak ada pembukaan lapangan kerja baru. Lalu apa relevansi kartu prakerja ini?” tegas Okky.

Untuk itu Anak Buah Surya Paloh ini pun meminta pemerintah untuk menghitung efektivitas program Kartu Prakerja ini di tengah situasi pandedaringmi Covid-19.

Demi efektivitas program ini, sebaiknya pemerintah fokus pada program jaring pengaman sosial (social safe net) bagi warga negara pencari kerja dan korban PHK.

Gejala turunnya perekonomian di Indonesia telah tampak imbas Covid-19 dengan aktivitas pemutusan hubungan kerja (PHK).
Data Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan sebanyak 1,5 juta orang kehilangan pekerjaan dengan rincian 10,6% (160 ribu) kehilangan pekerjaan karena PHK dan 89,4% karena dirumahkan.
“Saat ini saja sudah terjadi PHK dampak Covid-19,” tegas Okky. (Arya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here