Meski di Tengah Pandemi Corona, Program E-Learning BPSDMP Berjalan Lancar

0
58
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Sugihardjo. Foto: Dok. BPSDMP

JAKARTA (up2date.co.id) – Meskipun wabah virus covid-19 masih terus merebak di tengah masyarakat, program pembelajaran jarak jauh atau E-Learning Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) berjalan lancar.

Proses belajar dan mengajar di semua kampus yang berada di bawah pengelolaan BPSDMP berjalan baik, yakni dengan metode pembelajaran jarak jauh.

“Alhamdulillah (E-Learning) berjalan lancar. Bahkan siswa taruna dan taruni lebih interaktif,” kata Kepala BPSDMP, Sugihardjo kepada up2date.co.id di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Program ini sebagai salah satu kebijakan BPSDMP dalam upaya turut serta membantu pemerintah memutus ranntai penyebaran virus corona disease atau covid-19 di tengah masyarakat.

“Berbagai materi pendidikan tetap diajarkan. Hanya materi praktik yang belum bisa berjalan karena adanya wabah covid-19 ini yang mengharuskan menjaga jarak dan tidak berkumpul banyak orang,” tutur Sugihardjo.

Materi praktik bagi taruna direncanakan baru akan berjalan setelah Lebaran atau pada Juni mendatang, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan wabah covid-19.

Sejak wabah covid-19 merebak di tanah air, BPSDMP telah mengeluarkan kebijakan kepada seluruh Unit Penyelenggara Teknis (UPT) dan Kampus Pendidikan dan Pelatihan (diklat) transportasi untuk menerapkan e_Learning bagi para taruna/taruni dan Work From Home (WFH) bagi para pegawai dan tenaga pengajar.

Kebijakan ini diambil dalam rangka menangkal wabah virus corona disease (covid-19) masuk kampus pendidikan dan pelatihan yang berada di bawah pengelolaan BPSDMP yang tersebar di seluruh Indonesia.

Langkah ini juga sebagai penjabaran kebijjakan nasional yang sudah di arahkan Menteri Perhubungan serta sebagai tindak lanjut Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal.

Untuk itu Kepala BPSDMP telah menerbitkan SE yang mendorong WFH. Namun untuk menjaga layanan, tetap ada petugas piket pada masing-masing bagian.

“Khusus untuk wilayah Jabotabek petugas piket hanya yang terkait layanan dan yang urgent, jumlahnya max 20 perseb. Selain itu bagi yang kurang sehat dilarang masuk kantor,” imbuh Sugihardjo.

Sebagai informasi, BPSDMP saat ini mengelola 27 kampus yang terdiri dari 20 Politeknik, 1 Akademi, 1 Sekolah Tinggi, dan 5 Balai.(Azzah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here