Presiden Jokowi Harus Pecat Stafsus yang Salahgunakan Jabatannya untuk Pribadi

0
32
Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra. Foto: beritabuana.co

JAKARTA (up2date.co.id) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta segera memecat Staf Khusus (Stafsus) Kepresidenan, Andi Taufan Garuda Putra yang diduga menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi.

Pengamat Politik Universitas Al-azhar Indonesia (UAI, Ujang Komarudin menilai tindakan Taufan menggunakan kop Sekretariat Kabinet (Sekab) RI ke seluruh camat di area Jawa, Sulawesi, dan Sumatera untuk mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menangani Covid-19 tidak bisa ditolerir.

Dalam surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tanggal 1 April 2020, itu Taufan meminta para camat melibatkan perusahaan miliknya, PT Amartha Mikro Fintek, dalam penanganan virus Corona (Covid-19).

Belakangan, surat tersebut ditarik kembali setelah ketahuan publik dan menuai kritik.

“Tak elok dan tak bagus stafsus membuat surat ke camat-camat, Apalagi surat tersebut dibuat demi kepentingan perusahaan pribadi yang mengatasnamakan soal Corona,” kata Ujang kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).

Menurut Ujang, tindakan stafsus tersebut telah merusak citra Presiden Jokowi. Sebab, pembantu Jokowi seperti tak mengetahui prosedur administrasi pemerintahan.

“Secara administrasi juga salah. Karena sejati surat dari pusat itu semestinya melalui gubernur atau bupati atau walikota. Ini stafsus yang merusak citra Jokowi. Bekerja dengan tak tahu aturan dan demi keuntungan perusahaan pribadinya,” katanya.

Atas peristiwa itu, Ujang meminta Presiden bersikap tegas kepada para pembantunya.
“Jokowi bukan hanya perlu menegur stafsus tersebut. Tapi perlu untuk memecatnya. Karena pembantunya sangat amatiran dalam bekerja,” katanya.

Menurutnya, jika Negara diurus dengan cara seperti itu, maka rakyat akan semakin menderita dan kepercayaan akan runtuh.

“Ini sangat jelas telah terjadi conflic of interest. Karena jabatannya digunakan untuk kepentingan membesarkan perusahaannya. Negara tak perlu stafsus seperti itu. Yang dibutuhkan negara yaitu stafsus yang bekerja untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Bukan untuk kepentingan pribadi dan menguntungkan perusahaan pribadi,” tegas Ujang. (Arya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here