Yasonna Diminta Bebaskan Napi Pengguna Narkoba Ketimbang Koruptor

0
40
Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Erasmus Napitupulu.

JAKARTA (up2date.co.id) – Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly diminta membebaskan narapidana (napi) pengguna narkoba ketimbang koruptor. Pengguna narkoba semestinya direhabilitasi, bukan dijebloskan ke penjara.

“Yang diprioritaskan itu bukan yang korupsi, tapi pengguna dan pecandu narkotika,” ujar Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Erasmus Napitupulu dalam sebuah acara diskusi bertajuk ‘DPR Mencuri Kesempatan: Membebaskan Koruptor, Meloloskan Omnibus Law, RUU KUHP dan Pemasyarakatan’ yang disiarkan secara live streaming, di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Erasmus menjelaskan pengguna dan pecandu narkoba semestinya direhabilitasi dan bukan dijebloskan ke dalam penjara.

Menurutnya, akibat pemidanaan ini, jumlah narapidana narkoba mendominasi lapas dan rutan yang mengakibatkan over kapasitas. Dari 260 ribu penghuni lapas, sebanyak 130 ribu di antaranya merupakan narapidana narkoba. Dari jumlah itu, sebanyak 44 ribu merupakan pengguna dan pecandu narkoba.

“Ada 44 ribu pengguna narkotika di dalam lapas. yang akan dikeluarkan proyeksinya cuma 15 ribu,” ungkap Erasmus.

Dengan kondisi tersebut, mereka rentan terinfeksi virus corona. Apalagi, kata Erasmus, fasilitas kesehatan lapas dinilai tidak mampu menanggulangi virus corona.

“Physical distancing tidak kena. Sekali saja masuk langsung menyebar. Mampu ga? Jawabnya nggak. Bisul dan kurap ga bisa tangani apalagi Covid-19. Mereka bisa saja menjadi carrier dan kita akan menghitung kantong mayat,” ungkapnya. (Addin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here