IPW Minta Kapolda Batalkan Rencana Pilwagub DKI

0
41
Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane.

JAKARTA (up2date.co.id) – Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane meminta Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana bersikap tegas dengan memerintahkan pembatalan rencana Pemilihan Wakil Gubernur (Pilwagub) DKI Jakarta, Anies Baswedan, Senin mendatang (6/4/2020).

“Kapolda perlu bersikap tegas kepada Ketua DPRD Jakarta dan Gubernur Jakarta agar membatalkan pemilihan wagub Jakarta yang direncanakan Senin besok,” kata Neta di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Menurut Neta, semua masyarakat harus mematuhi maklumat Kapolri dan imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak melakukan aktifitas kumpul-kumpul selama status tanggap darurat wabah virus corona (Covid-19), tak terkecuali anggota DPRD DKI Jakarta.

“Pemilihan Wakil Gubernur bukan lah yang penting bagi warga Jakarta. Terlebih, selama ini tanpa ada wakil gubernur pun, masyarakat dan Gubernur Jakarta juga tidak mengalami banyak kendala,” katanya.

Menurut Neta, Jika Kapolda memberikan ijin pelaksanaan pilwagub, artinya, kapolda menganggap maklumat Kapolri tentang larangan berkumpul pada masyarakat, tidak memiliki pengaruh dan tidak dihargai sama sekali.

“Karena tidak dihargai lagi oleh Kapolda, sebaiknya Kapolri Idham Aziz harus segera mencabut maklumat tersebut,” katanya.

Terkait keputusan Panitia pemilihan (Panlih) wagub Jakarta yang memastikan akan menggunakan protokol pelaksanaan yang mematuhi Social Distance, Physical Distance, Neta mengaku hal itu hanya teori semata. Sebab, dalam praktiknya, tentu akan mengharuskan orang untuk berkumpul.

“Percayalah itu hanya teori. Apalagi kalau kita berkaca pada persoalan di Bekasi yang melaksanakan rapid test toh malah menjadi kacau dan diprotes para media yang hadir,” katanya.

Jika DPRD DKI Jakarta tetap ngotot ingin dilakukan pemilihan wagub, IPW memberi saran agar pemilihan wakil Gubernur menggunakan teleconference.

“Lalu, teknis pemilihannya, dewan bergantian masuk ruang paripurna dengan perbedaan waktu 12-20 menit untuk setiap anggota DPRD pemilik suara. Ini tidak akan beresiko terhadap pengumpulan massa dan penularan wabah covid 19,” sarannya.(Arya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here