Saddam Al-Jihad Resmi Mundur dari Ketum PB HMI

0
24
@hmikaderumat

Jakarta (up2date.co.id) – Respiratori Saddam Al-Jihad resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 2018-2020. Hal ini disampaikan Saddam dalam forum silaturahmi Keluarga Besar HMI di Masjid Agung, Jalan Sunda Kelapa, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2020).

Dalam pernyataan keputusan ini disaksikan langsung oleh para senior HMI seperti Akbar Tanjung, Bahlil Lahadalia, dan Prof. Dr. Mahfud MD beserta seluruh kader HMI dari setiap cabang yang turut hadir dalam forum tersebut. Saddam menyampaikan kemunduran dirinya ini dengan alasan untuk menyatukan HMI menjelang kongres HMI ke-XXXI yang akan dilaksanakan di Surabaya.

“Saya Respiratori Saddam Al-Jihad dengan ini menyatakan sikap untuk mundur sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2018-2020. Dan menyerahkan kepada saudara Arya Kharisma Hardy sebagai Pj Ketua Umum PB HMI periode 2018-2020. Untuk dapat melaksanakan kongres dalam satu kongres Himpunan Mahasiswa Islam” ujar Saddam.

Kiri: Saddam Al-Jihad, Kanan: Arya Kharisma. (@hmikaderumat)

Saddam Al-Jihad terpilih menjadi Ketua Umum dan Arya Kharisma menjadi Sekjen PB HMI dalam Kongres ke-XXX di Ambon tahun 2018, hingga pada saat dipertengahan jalan kepengurusan PB HMI mengalami dualisme kepemimpinan. Arya Kharisma sebagai Pj Ketua Umum dan Saddam sebagai Ketua Umum.

Kabar mundurnya Saddam sudah menjadi perbincangan hangat dikalangan kader HMI seluruh Indonesia, hal itu diperkuat dengan adanya desakan yang muncul dari Wakil Sekretaris Jendral PB HMI, Bambang Pontas Rambe.

Menurut Bambang, secara organisasi Saddam sudah tidak bisa menjaga marwah dan nama baik besar HMI. Sebagai Ketua Umum, Saddam telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pergantian jajaran di PB HMI secara sepihak dan tidak sesuai dengan konstitusi organisasi. Selain itu, dugaan kasus asusila yang dilakukan Saddam juga menjadi landasan kuat atas lengsernya orang nomor satu dalam organisasi tertua di Negara ini.

“Ketua Umum itu imam kita. Saat imam buang angin, sholatnya gak usah diulang, tapi imamnya yang harus minggir dulu. Ketum PB kalau sudah buang angin ya mingggir,” tegas Bambang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here