Hingga H3 Nataru, Penumpang Kapal di Pelabuhan Pontianak 4.246 Orang

0
26

Pontianak (up2date.co.id), Hingga hari ketiga atau H3 Angkutan Laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), Jumat (27/12/2019), penumpang kapal laut yang melalui Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat mencapai 4.246 orang.

“Jumlah penumpang sebanyak itu berasal dari 6 kapal penumpang yang beroperasi di Pelabuhan Pontianak” kata Kepala KSOP Kelas II Pontianak, Kalimantan Barat, Stanislaus Wembly Wetik.

Menurutnya, keenam kapal penumpang tersebut adalah KM Dharma Rucita 9 dengan rute Pontianak-Semarang, KM Sabuk Nusantara 30 rute Tambelan dan Padang Tikar, KM Sabuk Nusantara 80 rute Serasan-Subi-Selat Lampa-Pulau Laut-Sedanau-Lampa-Pulau Tiga-Midai-Tarempa-Kuala Maras-Kijang.

Kemudian KM Bukit Raya rute Serasan-Surabaya-Midai-Natuna-Tarempa-Letung-Kijang-Blinyu-Tanjung Priok. Selanjutnya KM Dharma Kencana rute Potianak-Semarang. Terakhir kapal KM Lawit rute Tanjung Priok-Padang-Gunung Sitoli-Sibolga.

Selain enam kapal penumpang itu, lanjutnya ada juga KMP Kerapu dan KMP Semah milik PT ASDP Indonesia Ferry yang melayani penyeberangan di Pelabuhan Teluk Batang.

“Kami prediksi hingga akhir masa angkutan Nataru nanti jumlah penumpang kapal laut di Pelabuhan Pontianak ada kenaikan  sekitar 1% dari tahun sebelumnya,” kata Wetik.

Berdasarkan data dari Posko Terpadu Angkutan Laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 KSOP Pontianak tercatat bahwa puncak angkutan laut Natal 2019 terjadi pada H-1 atau tanggal 24 Desember 2019 dengan jumlah penumpang turun sebanyal 772 orang dan penumpang naik 750 orang dengan menggunakan KM Bukit Raya.

Stanislaus W. Wetik mengatakan, seluruh kapal yang melayani penumpang di Pelabuhan Pontianak telah dilalukan uji petik oleh tim marine inspector. “Meskipun kapal-kapal tersebut telah melalui uji petik di pelabuhan-pelabuhan asal, tapi kami juga melakukan uji petik secara on the spot,” katanya.

Uji petik on the spot atau mendadak tersebut dilakukan untuk memastikan temuan-temuan minor oleh tim uji petik pelabuhan asal telah diperbaiki. Sehingga keselamatan dan keamanan penumpang terjamin.

“Keselamatan dan keamanan pelayaran tidak bisa dinegosiasikan karena menyangkut nyawa para penumpang kapal,” tutur Stanislaus W. Wetik.

Untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta suksesnya angkutan laut Nataru tahun ini, KSOP Pontianak juga terus menerus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti dengan Polair, TNI AL, PT Pelindo II, INSA, BMKG, Pemda Pontianak, dan stakeholder terkait lainnya.

Begitu juga terkait dengan antisipasi cuaca ekstrem selama masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 bisa dikatakan berjalan lancar dan tidak ada penundaan SPB maupun keberangkatan kapal.

“Selama masa angkutan Nataru, setiap hari petugas terus  bergilir berjaga di Posko yang telah kami buka sejak 18 Desember lalu,” ujar Wetik.

Sementara Plt. Kepala Distrik Navigasi Pontianak Herry Iskandar juga mengatakan bahwa guna mendukung keselamatan pelayaran selama masa Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 202O selain ikut dalam Posko Nataru juga menyiapkan  2 unit kapal negara kenavigasian yakni KN. Alnilam dan KN Pengiki dan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) sebagai Team Quick Respon apabila terjadi musibah atau kecelakaan.

“Alhamdullilah selama masa angkutan Nataru Tahun ini  semua peralatan SBNP maupun alur pelayaran   di Distrik Navigasi Pontianak berfungsi  dengan baik termasuk peralatan komunikasi pelayaran, ujar Herry.(Has)

Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here