Banyak Pelabuhan Tak Mampu Hadapi Bencana Alam

0
63

Jakarta, Jurnas.com – Pelabuhan di Indonesia sebagian besar ada di zona bahaya gempa dan tsunami. Untuk tsunami kecil, pelabuhan-pelabuhan ini sudah didesain bisa bertahan, tetapi untuk tsunami yang besar harus diperkuat lagi.

“Saat ini banyak fasilitas pelabuhan yang tidak mampu menghadapi perubahan lingkungan, terutama akibat bencana alam seperti gempa bumi dan peristiwa alam lainnya,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Sugihardjo dalam sambutan Focuss Group Discussion (FGD) tentang  “Early Warning System (Sistem Peringatan Dini) Dalam Rangka Mendukung Keselamatan Penyelenggaraan Transportasi,” di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Sugihardjo mengatakan, perencanaan dan desain fasilitas pelabuhan sudah seharusnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan karakteristik wilayah.

“Perencana fasilitas pelabuhan seharusnya mendesain atau merencanakan bangunan yang tahan terhadap gempa dan tsunami serta telah mempertimbangkan aspek-aspek teknis lainnya yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pelabuhan tersebut,” ujar Sugihardjo.

Sebagai contoh, lanjut Sugihardjo, fasilitas pelabuhan yang terkena dampak terjadinya gempa dan tsunami, seperti Pelabuhan Pantoloan yang berada di kota Palu mengalami kerusakan yang paling parah dibandingkan pelabuhan lainnya. Ditandai dengan rubuhnya Quay Crane di Pelabuhan Pantoloan, sehingga layanan kepelabuhanan dihentikan menunggu hasil pengecekan lebih lanjut.

Kemudian pelabuhan Wani dan Pelabuhan Donggala juga mengalami kerusakan yang sangat parah, saat terjadi terjadi fenomena alam gempa bumi dan tsunami yang melanda kota Palu dan Donggala.

“Menyebabkan banyaknya korban jiwa dan kerusakan pada fasilitas umum,” tuturnya.(Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here