KSU Tanjung Priok Gelar Rakor Pengurangan Sampah

0
25

Jakarta (up2date.co.id) – Dalam sidang International Maritime Organitation (IMO) terkait Maritime Environmental Protection Committee (MPEC) ke-74 pada bulan Mei lalu di London, Inggris, Delegasi Indonesia membawa amanat penting dari Presiden Republik Indonesia sebagaimana yang telah disampaiakan dalam Forum Internasional KTT G-20 tahun 2017 dan Forum Our Ocean Conference ke-5 tahun 2018 di Bali terkait komitmen Indonesia untuk mengurangi sampah plastik di laut dari tahun 2017 hingga tahun 2025 sebesar 70%. Komitmen tersebut telah diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Presiden RI Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

Sebagai tindak lanjut sekaligus pengimplementasian hasil konferensi tersebut, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Keselamatan dan Keamanan serta Perlindungan Lingkungan Maritim di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

“Sehingga mampu menciptakan koordinasi yang solid dengan seluruh instansi terkait, para operator pelayaran dan stakeholder guna menjamin terlaksananya seluruh prosedur, terpenuhinya sarana dan prasarana sistem komunikasi keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan maritim,” Kata Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama yang dibacakan oleh Kepala Bidang Penjagaan Patroli dan Penyidikan Capt. Prihartanta Eka Budi Jatmika saat pembukaan Rakor.

Rakor ini akan membahas beberapa isu diantaranya yaitu pengawasan barang berbahaya yang berkaitan dengan pemenuhan IMDG (International Maritime Dangerous Goods) Code, pengawasan keamanan terminal terkait dengan tugas, fungsi dan kemandirian _Port Facility Security Officer (PFSO), dan pemenuhan PM Nomor 58 tahun 2013 tentang Pencemaran terhadap Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Pelauhan.

Selain itu, kata Capt. Prihartanta, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran bahwa setiap pengoperasian Kapal dan Pelabuhan wajib memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan serta perlindungan maritim.

Seiring dengan penerapan UU No.17 Tahun 2008 tersebut, saat ini masih terdapat beberapa hal penting terkait bidang penjagaan, patroli dan penyidikan yang perlu mendapat perhatian kita Bersama, salah satunya masih rendahnya kesadaran semua pihak terhadap pentingnya koordinasi antar regulator, operator dan stakeholder dalam melaksanakan amanat peraturan Menteri perhubungan nomor PM 58 Tahun 2013 tentang penaggulangan pencemaran di perairan dan pelabuhan.

Terkait fasilitas di Pelabuhan, Capt. Prihartanta menjelaskan secara umum fasilitas-fasilitas pelabuhan di Pelabuhan Utama Tanjung Priok telah memenuhi konvensi internasional yaitu International Ship And Port Facility Security (ISPS) Code, yaitu dengan dimilikinya Statement of Complience of Port Facility (SOCPF) di fasilitas pelabuhan.

“Untuk itu dalam penerapan ISPS Code di fasilitas pelabuhan, PFSO dapat secara mandiri dan penuh dalam menjalankan rancangan keamanan di fasilitas pelabuhannya bebas dari kendala internal dan eksternal,” tuturnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa masih ditemukenali adanya beberapa kendala yang harus dibenahi Bersama di Pelabuhan Tanjung Priok, yaitu masih adanya operator pelayaran yang belum memenuhi peraturan penanggulangan tumpahan minyak dan limbah kapal.

“Berdasarkan data yang kami terima dari Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, saat ini dari ribuan operator pelayaran yang wajib melakukan assesment terkait implementasi peraturan penanggulangan tumpahan minyak dan limbah kapal, tercatat hanya sekitar 1/5 (seperlima) operator pelayaran saja yang telah melakukan assesment sesuai amanat Permenhub Nomor PM.58 Tahun 2013,” ungkap Capt. Prihartanta.

Dalam acara tersebut, turut hadir perwakilan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, perwakilan Komite Nasional Keselamatan Transportasi, perwakilan KOLINLAMIL, perwakilan para Komandan Institusi Militer TNI AD dan TNI AL di lingkungan Tanjung Priok, perwakilan Kepala Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Priok, perwakilan Pimpinan Perusahaan BUMN, baik Operator Pelabuhan maupun Operator Pelayaran di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.(Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here