Balai Teknik Penerbangan Berhasil Lampaui Target PNBP

0
46

Jakarta (up2date.co.id) Balai Teknik (Baltek) Penerbangan berhasil membukukan raihan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp3,6 Miliar hingga Oktober ini. Sementara target PNBP tahun 2019 adalah Rp1,6 miliar. Artinya Baltek berhasil melampaui target PNBP 2019.

“Kami telah berhasil meraih pendapatan (PNBP) sebesar Rp3,6 miliar. Sedangkan target PNBP tahun 2019 ini Rp1,6 miliar,” kata Kepala Baltek Penerbangan Fellyus Noor di Tangerang, Banten, Rabu (16/10/2019).

Keberhasilan tersebut menurut Fellyus merupakan indikator bahwa Baltek Penerbangan sangat prospektif ke depan. Meskipun belum menjadi Badan Layanan Umum (BLU), tetapi kinerja keuangan Baltek Penerbangan terus menunjukkan arah positif.

“Untuk itu ke depan kami membutuhkan lebih banyak lagi dukungan dari semua pihak agar Baltek Penerbangan dapat berkembang lebih pesat lagi,” kata Fellyus.

Menurut Fellyus ke depan pihaknya berharap dapat mealisasikan tiga konsep baru dalam pelaksanakan tugas dan fungsi Baltek Penerbangan.

Ketiga konsep itu menurut  diantaranya pertama, agar semua peralatan terutama prasarana yang masuk ke bandara harus melalui pengujian Baltek Penerbangan, serta Baltek Penerbangan dapat memberikan pengesahannya.

Keduan peralatan yang sudah lulus uji tersebut saat akan dipasang dipastikan kembali kelaikannya oleh Baltek Penerbangan.

“Dan ketiga, peralatan yang sudah dipasang di bandara dan dipakai harus dites kembali apakah kondisinya masih normal atau sudah saatnya diganti, untuk keselamatan dan keamanan penerbangan.

Hingga saat ini Baltek Penerbangan telah melaksanakan pengujian teknik sipil dan lingkungan bandara. Diantaranya adalah daya dukung perkerasan (landasan pacu) di 14 lokasi, kekesatan permukaan perkerasan di 14 lokasi.

Selain itu juga melakukan pengujian kerataan permukaan perkerasan di tujuh lokasi, permukaan perkerasan di enam lokasi, dan alat “ground penetration radar” (GPR) pada empat lokasi.

Baltek Penerbangan juga telah melakukan perjanjian kerja sama dengan sejumlah BUMN dan swasta untuk pengujian. Diantaranya adalah PT Aerotek Indonesia, BP3 Curug, PT Angkasa Pura I, Perum LPPNPI, PT Starcom, PT Nindya Karya, PT PP, ATKP Surabaya, PT Bumi Indah, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, PT Brantas Abipraya, PT Waskita Hutama, PT Amka, dan PT Inovasi Digital Elektronik.(has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here