Kemenhub Serahkan Pengelolaan 3 Bandara ke AP I dan AP II

0
27

Jakarta (up2date.co.id) – Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, secara resmi menyerahkan pengelolaan tiga bandara kepada PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II) melalui kesepakatan skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara yang penanda-tanganan berlangsung di Jakarta, Minggu (13/09).

Kesepakatan tersebut dalam pengelolaan tiga bandara yaitu Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin- Tanjung Pandan, Bandar Udara Fatmawati Soekarno-Bengkulu serta Bandar Udara Kelas I Utama Sentani-Jayapura.

Pendatanganan kesepakatan disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi antara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti kepada Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Mohammad Awalludin untuk Bandar Udara H.A.S Hanadjoeddin- Tanjung Pandan dan Bandar Udara Fatmawati-Bengkulu. Serta kepada Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi untuk mengelola Bandar Udara Sentani- Jayapura Papua.

Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengemukakan, mekanisme KSP adalah suatu konsep pemerintah memberikan ruang bagi pihak Badan Usaha untuk secara bersama-sama membangun infrastruktur di Indonesia termasuk dalam pembangunan dan pengelolaan bandara.

“Sehingga nantinya pemerintah hanya memberikan anggaran stimulus,” kata Menhub.

Budi menegaskan, dengan adanya KSP,  tidak ada aset Kemenhub yang berpindah, tetapi PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II memilki hak untuk mengelola bandara tersebut untuk masa konsesi selama 30 tahun.

Pemerintah mengajak swasta untuk bersama – sama membangun bandara untuk menjadi lebih optimal dan memiliki nilai tambah hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo. “Diharapkan, kegiatan ini berjalan dengan baik, harus menciptakan kepercayaan masyarakat dan investor bahwa pemerihtah serius dalam menerapakan KSP. Selain itu, saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah menjadi partner Pemerintah Pusat,” tuturnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menambahkan, perubahan status pengelolaan ketiga bandara bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pihak Bandan Usaha Bandar Udara (BUBU) untuk ikut serta dalam pengembangan bandara. Dengan berkembangnya bandara, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian terutama potensi daerah seperti pariwisata.

“Harapannya dengan dikelola melalui skema KSP ketiga bandara dapat terus dikembangkan menjadi lebih besar, mengingat traffic penerbangan yang meningkat dan potensi daerah yang besar namun tidak mengesampingkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam operasional penerbangan,” kata Polana usai penandatanganan kerjasama.

Sementara itu, pengembangan Bandara H.A.S  Hanandjoeddin mencakup sisi pembaruan gedung terminal untuk lebih dapat melayani penumpang dengan jumlah yang lebih banyak. Terlebih, Belitung merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dikembangkan untuk menunjang sektor pariwisata.

Pada Bandara Fatmawati Soekarno, AP II akan fokus pada pengoperasian gedung terminal baru dan penambahan fasilitas penunjang.

Sedangkan untuk Bandar Udara Sentani, peningkatan yang akan dilakukan mencakup aspek keselamatan, keamanan, dan layanan agar bisa dirasakan seluruh pengguna bandara. Terlebih, Bandara Sentani akan menjadi gerbang utama dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan diselenggarakan di Papua pada 2020.(has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here