Cegah Stunting, Kemenko Maritim Dorong Pemanfaatan Protein Ikan

0
28

Jakarta (up2date.co.id) – Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim mendorong pemanfaatan protein ikan untuk mencegah stunting anak Indonesia.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa (SDA) Kemenko Maritim Agung Kuswandono saat membuka dan memberi arahan pada Simposium Nasional Pemanfaatan Protein Ikan dalam Rangka Pencegahan Stunting di Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta, Senin (14/10/2019).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada Tahun 2018, prevalensi stunting anak Indonesia adalah 37,2 % dan saat ini sekitar 8 juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal.

“Tujuan Simposium Nasional untuk meningkatkan awareness pemanfaatan protein ikan sebagai bagian zat gizi makro yang 100% local content dan memiliki TKDN tinggi,” kata Agung.

Juga untuk Menggeser dan atau melengkapi sumber protein kedelai dan susu yang lebih banyak impor serta kacang hijau dan susu yang selama ini digunakan dalam program pencegahan stunting.

Hasil uji klinis juga menyatakan protein ikan lebih baik dan lebih cepat diserap oleh tubuh dibandingkan protein lainnya. Zat gizi tambahan dari ikan berupa taurin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel otak balita yang lebih tinggi dari protein serealia dan kacang-kacangan (Kemenkes, 2019), selain itu EPA dan DHA meningkatkan pertumbuhan sel otak anak.

Kemenko Bidang Kemaritiman mendorong sinergi pemanfaatan protein ikan pada intervensi pencegahan stunting spesifik pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) oleh Kemenkes, KemendesPDT, Kemendikbud, Kementan, dan KKP maupun instansi lainnya dalam program Bahan Tambahan Pangan untuk balita, ibu hamil, anak sekolah dan remaja.

Selain itu, diharapkan terjadi penguatan sinergi program antar Kementerian/Lembaga terhadap Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) KKP yang terintegrasi dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Kemenko Maritim juga merekomendasikan legitimasi melalui pengusulan dokumen perencanaan nasional kepada Bappenas, untuk memasukkan nomenklatur pemanfaatan protein ikan dalam program prioritas nasional pencegahan stunting yang dipergunakan oleh lintas Kementerian/Lembaga khususnya pada fortifikasi pangan dengan protein ikan.

“Menteri Bappenas sudah mengatakan kalau masalah stunting ini adalah isu nasional yang perlu segera diselesaikan sehingga perlu ada penyelesaian yang holistik dan terintegrasi,” kata Agung. (Fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here