LRT Jabodebek Belum Siap Operasi

0
37

Oleh:Djoko Setijowarno *)

Beberapa hari lalu ada kabar, permintaan agar LRT Jabodebek beroperasi untuk lintas pelayanan Harjamukti (Cibubur)-Cawang sepanjang 14,95 kilometer. Lintas ini memang sudah selesai secara konstruksi untuk lintasannya, namun belum dilengkapi dengan fasilitas sinyal, telekomunikasi dan listrik. Ditambah lagi pekerjaan konstruksi bangunan stasiun belum mencapai 50 persen. Disamping itu, jalan akses ke stasiun, fasilitas transportasi umum lanjutan dan lahan parkir bagi kendaraan bermotor dan tidak bermotor belum nampak sama sekali. Adalah wajar jika target beroperasi keseluruhan di tahun 2021.

Rencana jaringan LRT Jabodebek 82,93 kilometer, terbagi dua fase pembangunan. Fase pertama sepanjang 44,43 kilometer dengan 19 stasiun, terbagi dalam tiga lintas pelayanan, yaitu lintas pelayanan 1 antara Cawang-Harjamukti (Cibubur) 14,89 kilometer dengan 4 stasiun, lintas pelayanan 2 antara Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 11,05 kilometer dengan 9 stasiun dan lintas pelayanan 3 antara Cawang-Jatimulya (Bekasi Timur) 18,49 kilometer dengan 6 stasiun. Sedangkan fase kedua sepanjang 38,5 kilometer terbagi tiga lintas pelayanan. Lintas Palmerah-Senayan 7,8 kilometer, lintas Cibubur-Bogor 25,0 kilometer dan lintas Palmerah-Grogol 5,7 kilometer.

Stasiun Cawang merupakan pertemuan dari tiga lintas pelayanan. Stasiun Halim akan terhubung dengan layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Fase pertama direncanakan selesai dan bisa beroperasi sebelum berakhir tahun 2021. Semula ditargetkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi.

Sepanjang jaringan LRT Jabodebek phase 1 tersaat 10 long span. Dua long span di lintas pelayanan 1, yaitu JORR dan Cililitan, tiga long span di lintas pelayanan 2, yakni Kali Besar, Cikunir, dan Halim. Sedangkan di lintas pelayanan 3 terdapat long span yang berlokasi di Cawang, Ciliwung, Cikoko, Kuningan dan Sudirman.

Ada tahapan pengujian sistem LRT Jabodebek, yaitu factory test, system test, integration test, system acceptance test dan trial run. Persyaratan operasi kereta sebelum dioperasikan untuk mengangkut penumpang, meliputi persyaratan prasarana, sarana, operasi dan sumber daya manusia atau SDM. Persyaratan prasarana berupa peralatan telah menjalani test and commssioning selama tujuh bulan, peralatan telah menjalani proses sertifikasi. Persyaratan sarana, meliputi peralatan telah menjalani test and commissioning, peralatan telah menjalani proses sertifikasi. Sedangkan persyaratan operasi, telah dilakukan proses integrasi sampai dengan GOA3 driverless atau Grade of Auotomatic tingkat 3 antara sarana prasarana. Kemudian telah dilakukan trial run, minimal tiga bulan, setelah proses integrasi selesai. Sedangkan persyaratan sumber daya manusia, yakni telah mendapat pelatihan teknis dan tekah mendapat sertifikasi. Proses mendapat sertifikasi tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkertaapian.

Kementerian Perhubungan punya pengalaman ketika mengoperasikan LRT Sumatera Selatan tahun lalu. Menjelang perhelatan olah raga internasional Asian Games Agustus 2018. Karena waktu yang kurang cukup untuk persiapan berbagai macan test uji terhadap prasarana, sarana dan demi mengejar target harus beroperasi sebelum Asian Games, akhirnya ketika dioperasikan kurang memuaskan publik saat itu.

Lain halnya dengan pengoperasian MRT Jakarta tahun 2019. Karena tidak ada desakan harus dioperasikan saat sebelum Asian Games 2018, punya waktu cukup lama, mulai persiapan hingga pengoperasi penuh hampir setahun. Tentunya, hasil yang didapat juga berbeda. Tidak banyak masalah yang timbul.

Oleh sebab itu, supaya nantinya benar-benar siap operasi, tidak perlu terburu-buru mengoperasikan LRT Jabodebek, sebelum siap semuanya. Diperlukan SDM yang mahir dan handal. Kesiapan SDM sekarang sedang dilakukan oleh PT KAI bekerjasama dengan SMRT Singapura untuk mendidik sejumlah personil yang nantinya akan mengoperasikan LRT Jabodebek. Selain sudah ada yang sedang melakukan proses magang di PT KCI, kunjungan atau pelatihan SDM ke sejumlah negara yang sudah mengoperasikan LRT juga dilakukan.

Depo untuk merawat dan menyimpan kereta ketika tidak beroperasi belum ada. Untuk sementara waktu di ujung Stasiun Harjamukti (Cibubur) sudah disediakan depo sementara (pitstop), yang bisa menampung dua train set LRT. Pembangunan depo di Bekasi Timur masih terkendala pembebasan lahan.

Sarana LRT Jabodebek baru tiba hari Sabtu (12 Oktober 2019) setelah empat hari perjalanan yang dimulai Rabu (9 Oktober 2019). Perjalanan melalui Tol Trans Jawa dengan dua konvoi terpisah yang dikawal mobil Patwal dari Kepolisian. Masing-masing konvoi 3 truk ada dua mobil Patwal Kepolisan di depan dan di belakang. LRT diberangkatkan dari dari PT Inka tempat sarana itu diproduksi. Sebanyak 31 train set sarana LRT yang dipesan PT KAI untuk produksi oleh PT Inka di Madiun. Harga per kereta sekitar USD 1,3 juta USD. Satu trainset terdiri dari 6 kereta. Jadi total harga 31 trainset LRT Jabodebek adalah 31 x 6 x 1,3 juta USD sebesar 241.8 juta USD atau Rp 3,38 triliun.

Pengoperasian LRT Jabodebek bukan hanya rangkaian LRT saja yang beroperasi di atas lintas yang sudah selesai terbangun. Fasilitas persinyalan, telekomunikasi dan listrik di sepanjang lintas harus terpasang dan dapat beroperasi setelah melalui sejumlah uji kelayakan.

Kesiapan layanan stasiun sebagai tempat naik turun penumpang, transaksi pembelian tiket, ruang tunggu. Aksesibilitas jaringan jalan yang memadai dari dan menuju stasiun. Lahan parkir bagi kendaraan bermotor dan tidak bermotor harus disediakan. Perhatian bagi disablitas, anaka-nanak, lanjut usai sudah merupakan standar yang harus disediakan di setiap sector layanan transportasi. Juga harus disiapkan sejumlah rute transportasi umum.

Sejumlah rute transportasi umum sebaiknya disiapkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), karena lintas wilayah administrasi. Stasiun Harjamukti (Cibubur) berada di wilayah Kota Depok, namun untuk menarik sebanyak mungkin pengguna LRT nantinya, harus ada rute angkutan umum yang melintas wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Jakarta dan Kabupaten Bekasi. Sebelum beroperasi lintas Harjamukti-Baranansiang (Bogor), bisa dioperasikan bus umum rute Terminal Baranansiang-Stasiun Harjamukti (25 kilometer) melalui jalan Tol Jagorawi.

Sejumlah uji kelaikan teknis, operasi dan penyediaan fasilitas itu dilakukan dalam upaya memenuhi standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam bertransportasi. Keselamatan transportasi jangan diabaikan hanya untuk memenuhi hasrat kepentingan sesaat.

*) Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyaratakatan MTI Pusat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here