Ditolak UGM, Hari Ini UAS Ceramah di UII

0
31

Jakarta (up2date.co.id) – Ustaz Abdul Somad (UAS) dipastikan tetap akan ceramah di Yogyakarta hari ini, Sabtu (12/10/2019). Ceramah ustadz kondang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau ini tidak di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), tetapi di Masjid Ulil Albab Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) di kawasan Besi, Kaliurang.

Rektorat UGM menolak ceramah UAS dengan alasan demi menjaga keselarasan kegiatan akademik dan kegiatan nonakademik dengan jati diri UGM.

“Saya pagi tadi sekitar 09.00 pagi sudah bertemu dengan takmir masjid UGM untuk membicarakan ceramah UAS. Mereka mengerti dan tak ada keberatan,” kata Dekan FH UII Abdul Jamil, Jumat malam (11/10/2019).

Jamil mengatakan semula acara dakwah UAS akan diselenggarkan di masjid Fakultas Hukum UII yang berada di bilangan Jalan Taman Siswa Yogyakarta. Namun akhirnya diputuskan dipindah saja ke Masjid Ulil Albab yang ada di Kampus terpadu Jl Kaliurang. Alasannya, di sana tempatnya luas dan mampu menampung ribuan orang.

“Atas petunjuk Pak Rektor ceramah di pindah saja ke masjid yang ada di kampus terpadu itu. Dan kami sepakat,” katanya.

Jamil lebih jauh menegaskan, memang kalau acara tausiyah UAS digelar FH UII, maka memang dihawatirkan. Ini karena tempat itu dipastikan tidak cukup baik untuk menampung para pengunjung, termasuk penyediaan area parkir kendaraan.

“Bahkan dihawatirkan juga akan membuat ruas jalan Taman Siwa macet total dan mengganggu pengguna jalan. Ini tentu akan menyulitkan lalu lintas kota Yogyakarta karena kampus itu ada di tengah kota,” ujarnya.

Jamil pun sangat yakin dalam acara UAS nanti ribuan orang akan datang. Bahkan ini sudah terdeteksi dari awal karena jumlah mahasiswa FH UII saja mencaai lebih dari 2.000 orang.

“Nah ini belum lagi dari mahasiswa UII dari fakultas lain dan masyarakat umum. Nah, kalau digelar di kampus terpadu UII kapasitasnya bisa banyak termasuk parkirannya,” sergah Jamil seraya mengirimkan copian poster undangan ceramah UAS di kampus terpadu UII tersebut.

“Sekali lagi, acara UAS pada Sabtu ini yang semula akan di gelar d masjid FH UII, akan di pindah ke Masjid UII di Kampus Terpadu, kawasan Besi, Kaliurang. Acara ini sekarang sudah di-‘handle’ pihak Rektorat, dan tim pelaksana adalah takmir Masjid Ulil Albab UII. Pemindaham lokasi ini dilakukan sebagai antisipasi beludaknya peserta yang akan hadir dalam acara tersebut,” kata Abdul Jamil kembali menegaskan.

Sebelumnya, Rektor UII, Fathul Wahid, membenarkan kesiapan Masjid Ulil Albab Kampus Terpadu UII menerima kedatangan UAS. Kegiatan sendiri akan dilaksanakan dengan konsep Seminar Moderasi Islam.

Namun, tema yang diangkat relatif sama dengan yang semula hendak dilangsungkan di Masjid Kampus UGM yaitu Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan. Bahkan, UII telah pula berkoordinasi dengan UAS.

“Insya Allah siap mas. Kami pun sudah dan terus berkoordinasi dengai pihak UAS. Jadi ceramah akan di gelar di masjid Ulil Albab di kampus terpadu. Doakan acara berlangsung sukses,” kata Fathul kepada Republika, Jumat petang (11/10).

Meski begitu, Fathul menekankan, telah mengimbau kepada rekan-rekan di sana agar UGM dan UII jangan sampai dibenturkan. Bagi Fathul, ini sekadar bagi-bagi tugas demi kemaslahatan yang lebih besar.

“Saya bilang sama kawan-kawan, kita jangan benturkan UGM dan UII. Ini soal bagi tugas, untuk kebaikan yang lebih banyak,” ujar Fathul.

Selain kepada Tim Manajemen UAS, Fathul mengaku telah pula melakukan komunikasi dengan Takmir Masjid UGM. Komunikasi disebut telah dilakukan sejak Kamis (10/10) dan masih berlanjut hingga Jumat pagi.

Seperti diketahui, UAS dijadwalkan mengisi kuliah umum di Masjid Kampus UGM. Tapi, seminar bertajuk Integrasi Islam dengan IPTEK: Pondasi Kemajuan Indonesia itu diminta Rektorat UGM untuk dibatalkan.

Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani menuturkan, acara diminta dibatalkan demi menjaga keselarasan akademik dan nonakademik dengan jati diri UGM. Tapi, Iva tidak menutup kemungkinan UGM mengundang UAS pada lain waktu.

“Artinya, apakah suatu saat ada kemungkinan mengundang UAS, ya bisa saja dalam acara dan suasana yang tepat,” ujar Iva kepada wartawan.

Ketua Takmir Masjid Kampus UGM, Mashuri Maschab, menerima saja jika Rektorat tidak mengizinkan. Tapi, ia menolak diminta membatalkan dan mempersilakan Rektorat mengirim surat pembatalan ke UAS, dan Takmir mendapat surat tembusannya.

“Ketika apa yang kami inginkan tidak dikehendaki UGM, ya sudah, terserah Anda, ambil alih saja, tapi jangan saya yang disuruh melakukan (penolakan),” kata Mashuri kepada Republika, Rabu (9/10). (has/republika.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here