Ditjen Hubla Kukuhkan Auditor Keselamatan Pelayaran

0
21

Bandung (up2date.co.id) – Seorang Auditor Manajemen Keselamatan Kapal atau Auditor International Safety Management (ISM) Code harus senantiasa berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Untuk itulah, Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang manajemen keselamatan kapal harus memiliki kompetensi yang memadai dan senantiasa beradaptasi dengan perkembangan yang ada.

Demikian disampaikan oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan Perhubungan yang diwakilkan oleh
Kasubdit Pencegahan, Pencemaran, dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan, Capt. Jaja Suparman saat membuka kegiatan Pengukuhan Auditor ISM Code Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Bandung, Rabu (25/9).

Menurut Capt. Jaja, pengukuhan ini merupakan salah satu cara untuk mengukur kompetensi para Auditor Manajemen Keselamatan Kapal sekaligus menjawab tantangan yang ada.

“Tantangan dalam penegakan ketentuan di bidang manajemen keselamatan kapal saat ini cukup berat mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia yang memerlukan pengawasan, maupun adanya perkembangan di bidang teknologi angkutan laut yang semakin pesat yang ditandai dengan pengoperasian berbagai tipe kapal dengan peralatan yang semakin modern,” jelas Capt. Jaja.

Kondisi ini semakin diperberat dengan adanya kecenderungan pemilik kapal atau nakhoda yang sengaja maupun tidak sengaja mengabaikan ketentuan yang berlaku hanya untuk memperoleh keuntungan, bahkan tidak segan-segan menggunakan segala cara untuk mengabaikan kelaiklautan kapal.

Oleh karenanya, Capt. Jaja menegaskan bahwa pemilik atau operator kapal yang mengoperasikan kapal untuk jenis dan ukuran tertentu harus memenuhi persyaratan manajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran dari kapal.

“Tanpa tersedianya SDM yang memiliki kualifikasi pengetahuan yang memadai, maka penerapan manajemen keselamatan kapal tidak mungkin dapat dilakukan dengan baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut Capt. Jaja mengatakan, penyelenggaraan angkutan laut yang aman, lancar, nyaman, teratur, dan efisien, sangat tergantung pada kondisi kapal yang telah memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal, termasuk dalam hal manajemen keselamatan kapal dan manajemen keamanan kapal.

“Jika aspek kelaiklautan kapal tidak terpenuhi, maka terdapat kemungkinan musibah dalam pelayarannya sehingga perlu upaya meningkatkan aspek manajemen keselamatan kapal, sehingga pengoperasian kapal dan perusahaan dapat berjalan dengan baik untuk menjamin keselamatan penumpang dan barang yang diangkutnya,” kata Capt. Jaja.

Adapun Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) telah memberikan perhatian khusus terhadap manajemen keselamatan kapal melalui pengaturan tersendiri dalam Konvensi Internasional Keselamatan Jiwa di Laut Tahun 1974 atau International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS).(fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here