Kepatuhan Kepada Keselamatan Pelayaran Perlu Komitmen Bersama

0
15

Ambon (up2date.co.id) – Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait Keselamatan Pelayaran periode VII kembali diselenggarakan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan di Ambon, Maluku selama tiga hari, 11-13 September 2019.

Pelayaran yang terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan pelayaran, dan perlindungan lingkungan maritim, merupakan bagian dari sistem transportasi nasional yang harus dikembangkan potensi dan peranannya.

“Hal itu dilakukan untuk mewujudkan sistem transportasi yang efektif dan efisien, serta membantu terciptanya pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis,” jelas Direktur Perkapalan dan Kepelautan yang diwakili Kasubdit Keselamatan Kapal, Capt. Jaja Suparman di Ambon, Rabu (11/9).

Berdasarkan kondisi ini, sejak tahun 2018 Kemenhub telah mengembangkan proyek percontohan (pilot project) di beberapa pelabuhan dalam mengembangkan digitalisasi tiket dengan mengacu pada sistem keamanan dan keselamatan di bandar udara.

Beberapa pelabuhan yang telah menjadi proyek percontohan, yaitu: Kaliadem, Tanjung Pinang, Bau-bau, Sumenep, Tarakan, dan Ambon. Program ini bertujuan menata lingkungan pelabuhan sekaligus membenahi transportasi laut untuk mewujudkan pelayaran yang aman, nyaman, dan selamat.

“Diharapkan dengan pengembangan ini, lingkungan pelabuhan menjadi lebih steril dan lebih aman serta semakin menjamin kualitas keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Menurut Capt. Jaja, berdasarkan berbagai ketentuan Internasional di bidang keselamatan pelayaran serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan seluruh peraturan pelaksananya, setiap kapal yang beroperasi di perairan Indonesia wajib memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal.

Kelaiklautan kapal berperan penting dalam keselamatan pelayaran yang merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama, baik regulator, operator dan juga pengguna jasa transportasi laut, termasuk para penumpang kapal.

“Kepatuhan terhadap kelaiklautan kapal dan keselamatan pelayaran memerlukan komitmen bersama, baik regulator, operator dan juga pengguna jasa. Keselamatan pelayaran harus menjadi budaya maritim Indonesia,” imbuh dia.

Dengan tegas Capt. Jaja menambahkan bahwa Bimtek Keselamatan Pelayaran merupakan salah satu upaya berkesinambungan pihaknya untuk senantiasa meningkatkan aspek keselamatan pelayaran dan kelaiklautan kapal di Indonesia.

Pihaknya mengimbau operator pelayaran untuk senantiasa mengutamakan kelaiklautan kapal serta keselamatan dan keamanan pelayaran. Para awak kapal yang bertugas wajib memastikan peralatan keselamatan pelayaran berfungsi dengan baik dalam jumlah yang memadai serta muatan penumpang dan barang di kapal tidak melebihi kapasitas.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak terkait di Ambon dapat menerapkan hal yang sama serta menjadi contoh dan teladan bagi pihak lainnya di seluruh Provinsi Maluku.

Partisipasi aktif para peserta Bimtek akan sangat berarti sebagai bahan dalam menyusun berbagai regulasi yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan perairan Indonesia dalam rangka meningkatkan keselamatan pelayaran.

Sebagai informasi, dalam upaya berkesinambungan untuk menjamin aktifitas pelayaran yang aman, nyaman dan selamat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan melaksanakan Bimbingan Teknis Keselamatan Pelayaran secara berkala.

Kegiatan kali ini di Ambon yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 11 s.d. 13 September 2019 di Ballroom The Natsepa Resort And Conferences Center ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku mewakili Gubernur Maluku dan dihadiri oleh 60 peserta yang berasal dari UPT Kementerian Perhubungan pusat dan daerah, BUMN, serta perusahaan pelayaran di Maluku.(Arya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here