Pertahankan Desertasi Pembatas Kecepatan Kendaraan, Dosen UMB Raih PhD dari Universiti Tun Hussein

0
53

Johor (up2date.co.id) – Dosen Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, Hadi Pranoto, berhasil meraih gelar Philosophy Doctor (PhD) dalam bidang Ilmu Teknik setelah mempertahankan desertasinya setebal 280 halaman dengan judul “Speed Lock and Fatigue Control Using Speed Limiter Integrated Fatigue Analyzer (SLIFA) for Truck and Bus to Reduce Traffic Accident” di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Senin, 26 Agustus 2019.

Keberhasilannya itu membuat Hadi Pranoto menjadi Doktor ke-16 di Program Studi Mesin Fakultas Teknik UMB Jakarta.

“Saat ini di Program Studi Mesin ada 15 Doktor, Jadi saya adalah Doktor ke-16,” kata Hadi di Jakarta, Sabtu (31/8).

Hadi Pranoto berhasil mendapatkan PhD dalam bidang Ilmu Teknik dalam waktu 6 semester (3 Tahun) dengan hasil Sangat Memuaskan (fully satisfied).

Didamping promotor utama, Assoc. Prof. Dr. Abdul Mutalib bin Leman, dan dihadapan para penguji yang terdiri dariĀ  Assoc. Prof. Dr. Amir bin Khalid sebagai Ketua, Prof. Dr. Rizalman bin Mamat (UMP) sebagai Penguji dari Luar, Prof. Dr. Khalid bin Hasnan (Penguji Internal) dan Dr. Muhammad Rusydi bin Muhammad Razif (Asisten Ketua), Hadi Pranoto berhasil menyakinkan para penguji bahwa kecelakaan berlalulintas bisa dikurangi dengan alat rancangannya yang dinamakan SLIFA.

SLIFA adalah suatu alat yang dirancang khusus bagi pengendara Truk dan Bus yang melakukan perjalanan jauh sehingga mengakibatkan lelah dan ngantuk. Alat ini bisa memberikan sinyal pada Speed Limiter untuk menurunkan kecepatan sampai 70%.

Selain dirancang untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Doktor, SLIFA juga ditargetkan bisa diterapkan pada Truk dan Bus sebagai alat pendukung dalam berkendara yang mengutamakan keselamatan di jalan raya.

“Ini adalah alat yang sangat mudah untuk diterapkan pada Truck dan Bus, dan diharapkan bisa diproduksi secara masal sebagai salah satu produk pada industri otomotif,” harap Hadi. (Fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here