Kemenhub Susun Aplikasi Sertifikasi Kelaikan Sarana Perkeretaapian Berbasis 4.0

0
17

Makassar (up2date.co.id) – Perkembangan teknologi yang sudah demikian maju telah memasuki tahap revolusi keempat (Revolusi Industri 4.0). Saat ini perkembangan dan penggabungan elemen telah dihubungkan dengan Cyber Physical System, Internet of Things and Bio-technology.

Direktorat Sarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) pun harus melakukan upgrade (peningkatan) terhadap sistem yang dimiliki, baik SDM (pengetahuan dan keahlian) hingga mekanisme/sistem pendukung yang ada di dalamnya. “Diharapkan peningkatan itu akan membuat DJKA bisa mengikuti perkembangan teknologi yang pesat, sehingga bisa menjawab tantangan yang ada,” demikian dikatakan Direktur Sarana Perkeretaapian DJKA Makjen Sinaga MT saat membuka Bimbingan Teknis di Bidang Kelaikan Sarana Perkeretaapian yang diselenggarakan di Makassar, Kamis (22/8/2019).

Menurut Makjen, perkembangan teknologi yang pesat tidak lagi bisa ditahan. “Bahkan engineer dan ekonom dari Jerman Prof. Klaus Martin Schwab menyatakan, saat ini kita berada pada awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain,” kata Makjen.

Revolusi Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data.
Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Teknologi Informasi sangat erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0. dimana akses lebih cepat dan efisien sangat di butuhkan.

Peningkatan sistem teknologi informasi yang dilakukan DJKA sangat penting karena mendukung tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), yang menerapkan konsep keterbukaan dan transparansi, serta kemudahan dalam mengakses informasi.
“Dengan adanya Aplikasi Sertifikasi Kelaikan Sarana Perkeretaapian Menuju Direktorat Sarana Perkeretaapian Berbasis 4.0, kita berharap aplikasi-aplikasi yang sudah ada dapat di hubungkan dan saling melengkapi sehingga Badan Usaha/ stake holder terkait tidak perlu mengirimkan data yang sama secara berulang-ulang,” tutup Makjen.(Fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here