KM Bahari Nusantara I Segera Layani Lintasan Tanjung Pinang-Tambelan-Sintete

0
37

Palembang (up2date.co.id) – Kementerian Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Darat hari ini (9/8) kembali melakukan pengapungan kapal penyeberangan Ro-Ro di Palembang. Kapal penyeberangan Ro-Ro 1.500 GT yang diberi nama KMP. Bahtera Nusantara I ini nantinya akan melayani lintas Tanjung Pinang-Tambelan-Sintete.

“Saya menyampaikan ucapan selamat kepada Direksi dan segenap karyawan PT. Mariana Bahagia yang telah mendapatkan kepercayaan Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan kapal penyeberangan penumpang Ro-Ro 1.500 GT Lintas Tanjung Pinang – Tambelan – Sintete ini,” demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi pada Jumat (9/8) saat memberikan sambutan dalam acara pengapungan kapal tersebut.

Kapal penyeberangan yang dibangun oleh PT Mariana Bahagia, Palembang ini selanjutnya akan dioperasikan oleh PT ASDP Indonesian Ferry (Persero). Dengan kapasitas penumpang 400 orang dan ABK 26 orang, kapal ini juga mampu mengangkut kendaraan truk besar 20 buah, kendaraan Roda 4 (R4) sebanyak 10 buah.

“KM Bahtera Nusantara I ini dibangun melalui dana APBN dengan skema pembiayaan multi years contract (MYC) Tahun Anggaran 2018-2019,” tambah Dirjen Budi.

Kapal penyeberangan yang dibangun tersebut merupakan perwujudan komitmen Pemerintah untuk selalu memberikan kemudahan aksesibilitas bagi pelaksanaan pembangunan daerah terutama di wilayah–wilayah yang terpencil sebagaimana Misi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yaitu menciptakan sistem pelayanan transportasi darat yang aman, selamat, dan mampu menjangkau masyarakat dan wilayah Indonesia.

“Total investasi kapal ini sebesar Rp89 Milyar. Dengan ini saya berharap pada segenap jajaran PT. Mariana pembangunan yang sudah tinggal 10% lagi sehingga bisa selesai tepat waktu pada Desember 2019,” kata Dirjen Budi.

Sementara Direktur Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Chandra Irawan menyebutkan bahwa saat ini kondisi pembangunan yang sudah 90% akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2019 mendatang.

“Anggaran ini dari APBN Satker Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan. Saya rasa ini sama-sama baik kualitas dan kontraknya baik untuk KMP Bahtera Nusantara I dan II. Ke depannya juga akan direncanakan lintasan lain. Untuk lintasan Tanjung Pinang-Tambelan-Sintete ini merupakan kondisi dengan gelombang yang tinggi di saat-saat tertentu sehingga kapal ini cocok di lintasan tersebut dan kapal 1.500 GT ini cukup tangguh sesuai yang direncanakan,” demikian dijelaskan Chandra dalam laporannya.

“Kami menitipkan pada PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) dua kapal yang baru saja diluncurkan (KMP. Bahtera Nusantara I dan KMP. Bahtera Nusantara II). Dengan demikian adanya kedua kapal penyeberangan ini harapan untuk membuka aksesibilitas, konektifitas, dan mengurangi disparitas sehingga kita dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” urai Dirjen Budi khususnya kepada Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi yang hadir dalam acara tersebut.

Turut hadir dalam pengapungan KMP Bahtera Nusantara I yakni Direktur Utama PT Mariana Bahagia Yohnlee Williang Sutjipto, Wakil Bupati Banyuasin, Danlanal Palembang. (Fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here