Kemenhub Akan Reformasi Layanan Angkutan Umum

0
36

BOGOR (up2date.co.id) – Di sebagian besar negara termasuk di Indonesia, moda angkutan jalan merupakan moda yang memiliki growth share yang paling tinggi dibandingkan dengan angkutan umum lainnya. Dalam rangka menghadapi dan menjawab tantangan strategis ke depan, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan mulai fokus melakukan reformasi pelayanan angkutan umum masal, salah satunya dengan merevitalisasi Terminal Bus Tipe A yang ada di Indonesia.

“Sesuai arahan Menteri Perhubungan, Kementerian Perhubungan di tahun 2020 akan mulai fokus membenahi angkutan jalan dan program tersebut sudah dicanangkan pengalokasian di tahun 2020,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Cucu Mulyana saat membacakan sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Darat pada pembukaan acara Rapat Kerja Teknis Bidang Angkutan Orang Tahun 2019 di The Mirah Hotel Bogor, Selasa Malam (30/7).

Cucu menjelaskan, dalam rancangannya, proyek revitalisasi ini meliputi perbaikan fisik terminal, penambahan lounge atau ruang tunggu dan pembaharuan toilet. “Sebagaimana yang sudah dicanangkan oleh Menteri Perhubungan, bahwa Terminal Tipe A ini kita akan bangun nantinya akan setara dengan bandar udara sehingga masyarakat akan tertarik menggunakan angkutan masal,” katanya.

Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga akan menjalankan program pengembangan angkutan umum massal di perkotaan dengan skema Buy The Service (BTS) dimana dalam skema ini pembayaran pelayanan angkutan umum dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan jumlah perjalanan yang telah dilakukan. “Program ini telah diterapkan pada beberapa kota di Indonesia terlebih dahulu, seperti Medan, Surakarta, Surabaya, Palembang, Yogyakarta dan Denpasar, dimana nantinya akan dievaluasi dan akan kita kembangkan,” jelas Cucu.

Untuk menjalankan ini semua, menurut Cucu, harus ada sinkronisasi dan harmonisasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota). “Sekarang kita sedang mengkaji bagaimana kelembagaannya, bagaimana konsep ke depan, tentu kita akan berdayakan peran serta masyarakat salah satunya para pengusaha,” kata Cucu.

Perlu diketahu, Kemenhub telah mengeluarkan Peratutan Menteri Perhubungan Nomor PM 44 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, dimana dalam Peraturan tersebut umur kendaraan Angkutan Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP) diubah dari sebelumnya 5 tahun menjadi maksimal 10 tahun, kendaraan angkutan carter dan angkutan pariwisata dari sebelumnya maksimal 10 tahun menjadi 15 tahun. Namun demikian, untuk tetap menjaga keselamatan pelayanan angkutan umum, Pemerintah mewajibkan perusahaan memasang e-logbook dan sistem GPS (Global Positioning System) pada setiap kendaraan.

Selain itu, Kemenhub juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 15 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek. Dalam peraturan ini, perusahaan angkutan umun dalam proses pengajuan izin baru tidak perlu menggunakan rekomendasi dari Dinas Perhubungan Provinsi dan wajib untuk memiliki fasilitas penyimpanan kendaraan yang dimilikinya. Dalam penyelenggaraannya, kendaraan angkutan umum wajib untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal penumpang angkutan umum.

Namun demikian, ia menyadari, untuk menjamin rencana tersebut dapat berjalan dengan baik harus didukung oleh pihak-pihak terkait. “Saya berharap seluruh peserta yang hadir kali ini dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kesempatan ini sehingga dapat menghasilkan ide atau gagasan baru untuk meningkatkan profesionalisme kerja untuk mendukung penyelenggaraan angkutan umum khususnya angkutan orang yang lebih baik dimasa mendatang yang ditunjang dengan kemajuan teknologi informasi yang selaras dengan Peraturan Perundang-undangan sehingga mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi yang aman, nyaman, handal dan selamat serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.(Fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here