Ciptakan SDM Andal, Kemenhub Gelar Bimtek Pemeliharaan Kapal Patroli KPLP

0
48

Jakarta (up2date.co.id) – Guna menciptakan SDM yang terampil dan profesional dalam memelihara kapal patroli KPLP, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyelenggarakan Bimbingan Teknis Tata Cara Pemeliharaan Kapal Patroli pada hari ini (22/7) di Jakarta.

Bimtek yang mengambil tema “Dengan Bimbingan Teknis Tata Cara Pemeliharaan Kapal Patroli KPLP,  Kita Wujudkan Awak Kapal Patroli yang Terampil  dan Profesional” dibuka langsung oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad.

“Bimtek ini untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, kemampuan dan kecakapan peserta guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas sebagai Awak Kapal Patroli KPLP beserta pengolaan anggaran perawatan kapal guna  terciptanya  SDM yang profesional dan andal dalam melakukan pemeliharaan dan perawatan kapal patroli,” kata Ahmad.

Ahmad menyampaikan, pada saat ini jumlah Kapal Patroli KPLP adalah 378 unit yang terdiri dari 7 unit kapal kelas I, 15 unit kapal kelas II, 54 unit kapal kelas III, 65 unit kapal kelas IV, serta 237 unit kapal kelas V.

“Aset yang begitu besar ini tentunya harus kita jaga. Berdasarkan catatan, terdapat 52 kapal patroli yang sekarang statusnya non operasional yaitu bisa dikarenakan sudah termakan usia,  kapal yang dalam kondisi rusak dibiarkan terbengkalai, serta perawatan yang kurang maksimal dan tidak tepat sasaran,” ujar Ahmad.

Disamping itu Bimbingan Teknis Tata Cara Pemeliharaan Kapal Patroli KPLP ini juga  dilaksanakan sebagai upaya untuk mempercepat terciptanya tata kelola personil Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai yang lebih baik lagi guna membangun profil dan perilaku aparatur yang memiliki integritas tinggi, produktif, bertanggung jawab serta mampu memberikan pelayanan yang prima.
Sehingga kedepan personel KPLP dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, bermoral, produktifitas tinggi, bertanggung jawab, efektif, efisien, dan mampu mencapai integritas pelayanan keselamatan dan keamanan untuk keselamatan maritim sesuai yang diamanatkan undang-undang.

Ahmad menegaskan, sejalan dengan tuntutan untuk mewujudkan tata kelola manajemen penyelenggaraan pemerintahan yang baik, Peraturan Presiden tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 harus secara optimal dilaksanakan. Dalam Grand Design tersebut, upaya reformasi birokrasi merupakan proses perubahan besar yang berkelanjutan dalam rangka mewujudkan visi reformasi birokrasi 2025 yaitu Terwujudnya Pemerintahan Kelas Dunia.

“Visi tersebut menjadi acuan kita bersama dalam mewujudkan pemerintahan kelas dunia, yaitu pemerintahan yang profesional dan berintegritas tinggi yang mampu menyelenggarakan pelayanan prima kepada masyarakat dan manajemen pemerintahan yang demokratis agar mampu menghadapi tantangan pada abad ke-21 melalui tata pemerintahan yang baik atau Good Governance pada tahun 2025,” kata Ahmad.

Proses Reformasi Birokrasi di Lingkungan Ditjen Perhubungan Laut sampai saat ini masih terus bergulir untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan. Kebijakan reformasi birokrasi merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi Ditjen Perhubungan Laut pada umumnya dan Direktorat KPLP pada khususnya melalui Revitalisasi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai untuk menata organisasi sehingga mampu menjadi salah satu garda terdepan dalam menjawab tantangan persaingan global di masa yang akan datang pada sektor perhubungan laut.

“Untuk itu melalui Bimbingan Teknis Tata Cara Pemeliharaan Kapal Patroli ini, diharapkan Saudara akan  memperoleh bekal untuk mewujudkan optimalisasi terhadap  hal hal yang sudah disampaikan di atas. Disamping itu bekal untuk dapat digunakan dalam pelaksanaan operasional di lapangan guna tercapainya  sinergitas  dalam penegakan hukum di laut dan dapat menyelesaikan berbagai kendala dan permasalahan dalam rangka penyelenggaraan fungsi keamanan dan keselamatan pelayaran sesuai dengan UU 17 tahun 2008,” tutup Ahmad.

Ketua Panitia Penyelenggara Bimtek Yovi Yanus Mutianto melaporkan bahwa Pelaksanaan Bimbingan Teknis Tata Cara Pemeliharaan Kapal Patroli KPLP l dilaksanakan selama 5 hari dimulai pada hari ini, Senin tanggal 22 s/d 26 Juli 2019.

“Adapun jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 45 orang yang terdiri dari Awak Kapal Negara Patroli dan Penyusun Anggaran di UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yaitu  dari  Kantor Kesyahbandaran Utama, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Unit Penyelenggara Pelabuhan, dan Pangkalan PLP,” kata Yovi yang juga menjabat Kepala Seksi Pemeliharaan dan Pengawakan Kapal mewakili kepala Subdit Sarpras Dit. KPLP.  (Fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here