AirAsia Tetap Komitmen Pertahankan Harga Tiket Murah

0
45

Kuala Lumpur (up2date.co.id) – Maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) AirAsia Indonesia menegaskan keputusan pemerintah memberi diskon 50% tarif tiket Citilink dan Lion Air tidak akan memengaruhi komitmen maskapai berbasis di Malaysia tersebut untuk tetap mempertahankan tarif tiket yang berlaku sekarang.

Sebagai bagian dari Grup AirAsia, AirAsia Indonesia selalu berupaya memberikan kesempatan bagi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk dapat terbang, sesuai slogan maskapai tersebut ‘Now Everyone Can Fly.’

“AirAsia memiliki bisnis model sendiri. Selain itu, sejak awal AirAsia telah menerapkan tarif murah. Jadi tidak ada pengaruh apa pun dari kebijakan pemerintah menerapkan diskon tarif 50% untuk masakapai berbiaya murah di Indonesia,” kata Bo Lingam, Deputy Group CEO Airline Business AirAsia di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (12/7/2019).

Bo mengatakan, sejak awal harga tiket AirAsia sudah di bawah 50% dari Tiket Batas Bawah dan Tiket Batas Atas (TBB-TBA). Hingga saat ini harga tersebut terus bertahan. Sehingga AirAsia tidak ikut gonjang-ganjing kondisi harga tiket di Indonesia.

“Bahkan selama 6 bulan terakhir penjualan tiket pesawat AirAsia melalui situs kami naik hingga 50%,” kata Audrey Progastama Petryni, Group Head of Communications AirAsia menambahkan.

Menurut Bo, meski ada kebijakan diskon tarif tiket LCC sebebasr 50%, namun hingga saat ini manajemen AirAsia belum berpikir untuk merubah struktur tarif tiket. AirAsia justeru sedang fokus mengembangkan rute domestik. Salah satunya adalah membuka rute ke Jakarta, Bali, dan Yogyakarta dengan Lombok sebagai hub.

“Pangsa pasar internasional AirAsia memang lebih banyak ketimbang domestik. Tetapi tahun ini kami mulai fokus membuka rute-rute domestik, terutama di wilayah Indonesia Timur,” kata Bo.

Untuk mendukung rencana tersebut, AirAsia akan mendatangkan 5 pesawat setiap tahun ke Indonesia. Meskipun demikian AirAsia masih tetap  setia hanya menggunakan satu jenis pesawat yaitu Airbus dengan berbagai tipe.

Pemilihan terhadap satu jenis pesawat ini merupakan bagian dari efisiensi AirAsia,  sehingga mampu memberikan harga tiket yang lebih murah.

“Utilisasi pesawat AirAsia juga sangat tinggi. Setiap pesawat bisa terbang hingga 12 kali per hari,” kata Audrey.

Menurut Audrey, untuk mempertahankan bisnisnya tetap berkembang, AirAsia Indonesia mengedepankan efisiensi, inovasi, dan digitalisasi operasi.

Berbagai kebijakan tersebut membuat AirAsia merajai bisnis penerbangan LCC selama 11 tahun ini di berbagai negara seperti Malaysia, Indonesia, Philipina, Vietnam, Thailand, India, dan Jepang.

Pangsa pasar LCC di Indonesia sendiri merupakan ketiga terbesar setelah di Malaysia, dan Thailand,” tutur Audrey.

Hingga saat ini AirAsia memiliki jaringan penerbangan di lebih dari 140 destinasi di Asia, Australia, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

Di Indonesia sendiri, AirAsia melayani lebih dari 700 penerbangan per minggu di 38 rute penerbangan langsung dari 15 kota di Indonesia, baik domestik maupun internasional. (Fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here