BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Alami Kekeringan

0
23

JAKARTA (up2date.co.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan diantaranya Sumedang, Gunung Kidul, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Gresik, Tuban, Pasuruan dan Pamekasan.

“Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga tanggal 30 Juni 2019, terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrim,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dari hasil analisis BMKG, teridentifikasi adanya potensi kekeringan meteorologis yang tersebar di sejumlah wilayah dengan kategori Awas yaitu telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) >61 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm dalam 10 hari mendatang dengan peluang >70%.

Kondisi di atas berpeluang terjadi di Jawa Barat (Bekasi, Karawang dan Indramayu); Jawa Tengah (Karanganyar, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Semarang, Semarang, dan Wonogiri); Sebagian besar Jawa Timur; DIY (Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Sleman); Bali (Buleleng); Nusa Tenggara Timur (Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Belu); Nusa Tenggara Barat (Bima, Kota Bima, Lombok Timur, Sumbawa dan Sumbawa Timur).

Kemudian kategori Siaga yang telah mengalami HTH >31 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm dalam 10 hari dengan peluang >70%, berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Utara; Banten (Lebak, Pandeglang, dan Tangerang).

Sedangkan kategori Waspada yang telah mengalami HTH >21 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm dalam 10 hari dengan peluang >70%) berpotensi terjadi di wilayah Aceh (Aceh Besar, Pidie kan Bireuen); Jambi (Merangin, Batanghari dan Bengkayang); Lampung (Way Kanan); Kalimantan Tengah (Pulangpisau); Kalimantan Barat (Bengkayang); Sulawesi Selatan (Bantaeng, Selayar, dan Takalar)

Selain itu monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah, 37% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 63% wilayah masih mengalami musim hujan.

Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi Aceh bagian Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Pulau Jawa dan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan bagian Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur bagian Selatan, Maluku, dan Papua bagian Selatan.

“Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan,” kata Herizal.

Potensi curah hujan tinggi diindikasikan terjadi disejumlah wilayah antara lain untuk kategori Siaga yaitu prakiraan Curah Hujan >200 mm dalam 10 hari dengan peluang >70%, berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Tengah (Morowali, Banggai, dan Tojounauna); Papua (Yahukimo, Pegunungan Bintang, Asmat, Mimika, Jayawijaya, Nabire, dan Paniai)

Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada Sektor pertanian dengan sistem tadah hujan. Kemudian pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih). Juga peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran.(Fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here