Diserahkan ke Operator, KM Kendhaga Nusantara 8 Siap Layani Trayek T-11 dari Surabaya

0
48

SURABAYA (up2date.co.id) – Satu unit kapal pendukung tol laut KM. Kendhaga Nusantara 8 resmi diserahterimakan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke PT. Temas di Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Jumat.

Penandatanganan berkas serah terima kapal oleh kedua belah pihak menandakan bahwa KM. Kendhaga Nusantara 8 siap dioperasikan untuk mendukung salah satu trayek tol laut (trayek T-11) yang akan melayani rute pelabuhan Tanjung Perak – FakFak – Kaimana – Timika – Agats – Boven Digul – Pelabuhan Tanjung Perak.

“Kapal KM. Kendhaga Nusantara 8 telah diberangkatkan dari pelabuhan pangkal Tanjung Perak menuju Fak-Fak semalam pukul 21.00 WIB dengan muatan 45 TEuS untuk  melayani kegiatan tol laut pada trayek  T-11,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Wisnu Handoko, Sabtu (18/5/2019).

Capt. Wisnu mengatakan bahwa dengan adanya kapal milik negara KM Kendhaga Nusantara 8 di pangkalan Tanjung Perak yang akan menyinggahi pelabuhan-pelabuhan di Papua diharapkan menjadi sarana dan prasarana bagi masyarakat wilayah Papua dan sekitarnya yang dapat dimanfaatkan untuk pengiriman kebutuhan masyarakat, kebutuhan pokok penting, hasil produksi Usaha Kecil Menengah (UKM), hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, hasil perindustrian maupun hasil pertambangan.

Menurut Capt. Wisnu, pemerintah juga akan melakukan upaya peningkatan program-program konektivitas antarmoda sehingga tol laut tidak hanya dapat menjangkau dari port to port tetapi juga dapat menjangkau wilayah lebih dalam lagi (end to end) dengan melibatkan moda lain seperti moda darat, penyeberangan maupun udara.

“Untuk daerah-daerah yang tidak memiliki akses jalan yang memadai, kita akan bersinergi dengan angkutan perintis, penyeberangan maupun pelayaran rakyat untuk mendukung konektivitas tol laut,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan tol laut, Wisnu menambahkan, Pemerintah juga akan bekerjasama dengan LSM-LSM dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk bisa membeli barang-barang yang didatangkan dari pelabuhan pangkal untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.

“Kami mempersilahkan Bumdes untuk menjual barang dengan selisih harga tapi tidak boleh memberatkan masyarakat, yang terpenting Bumdes tidak merugi,” tutup Wisnu.(fyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here