Gambaran Presiden RI 2019-2024 Terlihat Mulai Hari Minggu

0
37

Oleh: Sayuti Asyathri *)
Judul asli: Sebenarnya siapa gambaran Presiden RI 2019-2024?

Perhitungan real count atas dasar C-1 mudah mudahan akan selesai dalam beberapa hari ini, mulai tanggal 18 April, di tingkat Kecamatan. Penghitungan dilakukan oleh KPU jenjang Kecamatan disaksikan Bawaslu dan saksi saksi dari peserta.

Sementara penghitungan rekap bertahap di Kecamatan adalah basis perhitungan berdasarkan C-1 yang dikonfirmasikan dengan bukti surat suara. Jadi penghitungan Kecamatan ini adalah dasar dari gambaran kemenangan yang paling menentukan. Maka dulu sering saya sebut tahapan ini sebagai tahapan Teksas, yakni pastikan bahwa dari ‘TPS ke Kecamatan Suara Anda Selamat’.

Karena sesudah tahap Kecamatan yakni di Kabupaten dan seterusnya hanyalah penjumlahan dan klarifikasi angka. Artinya kalau ada usaha untuk mengamankan suara, maka semua peserta pemilu akan mengkonsolidasikan sumberdayanya di penghitungan rekap tingkat Kecamatan ini.

Pemilu Presiden lebih mudah penghitungannya, kalau pemilu legislatif agak rumit karena jumlah partai dan pesertanya banyak. Maka peran IT dalam pengolahan data untuk penghitungan pileg sangat dibutuhkan sebagai supporting sistem, kalau untuk Pilpres tidak terlalu signifikan kebutuhannya. Apalagi menurut UU IT bukan jadi basis keabsahan penetapan suara. Tetap harus merujuk pada hasil manual, itulah sebabnya harus menjalani tahapan rekap berjenjang dari Kecamatan hingga nasional.

Sehingga penghitungan suara Pilpres karena hanya 2 paslon maka selanjutnya peserta pemilu bisa cukup dengan menggunakan kalkulator untuk menggabungkan hasil kecamatan menjadi hasil kabupaten, dan hasil kabupaten bisa dijumlahkan menjadi hasil Provinsi dan seterusnya menjadi hasil nasional dalam waktu satu hari bahkan, atau beberapa hari sesuai tingkat kesiapan hasil kabupaten dan provinsi yang lain.

Dengan demikian maka sesudah hasil kecamatan maka gambaran hasil pemilu sudah selesai. Artinya kalau jadwal penghitungan Kecamatan dimulai tanggal 18 April kemarin, maka relatif dalam waktu 3 atau 4 hari yaitu mulai hari Minggu nanti sudah ada gambaran siapa Presiden terpilih berdasarkan bukti penghitungan real count. Tentu saja kalau semuanya berlangsung normal di tingkat Kecamatan sekarang ini. Yakni tidak terjadi masalah C-1 dan kotak suara yang bersifat struktural dan sistematik secara massif nasional.

Tetapi kalau masalah hanya bersifat kasus yang tidak terlalu signifikan pengaruhnya bagi suara akhir, maka tetap saja pada hari hari itu sudah ada gambaran umum tentang siapa presiden nanti. Dan satu hal lagi, karena penghitungan untuk Pilpres ini mudah maka kecurangan sangat mudah dibuktikan dan biasanya bisa langsung diselesaikan. Terutama kalau saksi saksinya cukup siap di lapangan.

Jadi mulai hari minggu dan beberepa hari sesudahnya nanti sudah ada gambaran presiden terpilih menurut hasil penghitungan. Dan sebenarnya kalau mau terus terang, sekarang inipun bagi paslon yang sudah miliki data C-1 lengkap maka bisa menjumlahkan C-1 sehingga mereka relatif sudah mengetahui siapa yang jadi Presiden. Jadi pada tahap sekarang ini sudah tidak perlu ada urusan dengan quick count lagi, karena sudah masuk penghitungan data riel yang menentukan hasil akhir untuk Pilpres..

Adapun pengumuman resminya tergantung dari jadwal KPU dan tahapan pemilu selanjutnya. Intinya tidak usah terlalu heboh soal IT ini dan itu serta berbagai spekulasi yang bisa membuat pemilu kita kurang berkualitas dalam tolok ukur legitimasi dan kedaulatan rakyat. Peace for all.

*) Wakil Ketua Komisi II, DPR RI 2004-2009

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here