Stafsus Menaker Berpesan Isu Digitalisasi Entrepreneur Terus Digaungkan

0
35

JAKARTA (up2date.co.id) – Sinergi Transformasi Indonesia (Sentra Indonesia) menggelar Seminar Nasional Entrepreneurship dengan tema “Optimalisasi Teknologi Smartphone di Era Ekonomi Digital dalam Menciptakan Lapangan Pekerjaan” di SMESCO Tower, Jakarta, (14/3/2019).

Pada Acara tersebut Sentra Indonesia menghadirkan narasumber berpengalaman dan berkompeten dibidangnya, diantaranya Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja RI (Stafsus Menaker), Ahmad Iman, Praktisi Bisnis E-Commerce Fani Pristama, dan Pengamat Teknologi Informasi Muhammad Faiz Rafdhi.

Acara yang dihadiri generasi milenial dari berbagai unsur, mulai dari wirausaha muda hingga mahasiswa itu digelar guna memberikan pengetahuan dan wawasan pada generasi muda (milenial) agar mempunya keahlian dan keterampilan pemanfaatan teknologi informasi smartphone dalam rangka menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan penghasilan dalam berwirausaha.

Pasalnya, tak bisa dipungkiri di era teknologi digital yang begitu massif, semua sektor berlomba merubah pola pelayanannya dan menambahkan fasilitas dalam menyediakan jasa. Bahkan perwakilan Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia Winfried Wicklein pernah mengatakan, bahwa kemajuan teknologi akan menghilangkan beberapa lapangan kerja, tapi di sisi lain banyak menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja RI, Ahmad Iman mengatakan, agenda yang diinisiasi oleh Sentra Indonesia ini menjadi penting, mengingat terbukanya lapangan pekerjaan baru di dunia imbas dari perkembangan teknologi informasi dan smartphone yang kian maju.

Ia pun berpesan acara-acara serupa agar terus digaungkan dan ditingkatkan untuk menjaring generasi milenial yang lebih luas.

“Ini bagus, tinggal terus saja tingkatkan agar manfaat dari teknologi informasi, manfaat dari internet maupun smartphone itu bisa benar-benar dilaksanakan, dimanfaatkan secara baik karena memang faktanya banyak juga yang digunakan untuk pornografi maupun prostitusi. Tentu kita tidak ingin generasi kita mendatang menjadi seperti itu,” ujar Ahmad Iman di sela-sela acara.

Menyambung hal itu, Manager Enterprise Product an Pricing Telkomsel Fani Pristama menuturkan, masyarakat harus siap dalam menghadapi distrupsi digital atau arus digitalisasi yang kini telah datang ke Indonesia. Pasalnya, kata dia, lapangan pekerjaan yang kini tersedia di Indonesia bisa dipastikan akan terkena dampak dari digitalisasi. Ia berpesan kepada generasi milenial yang hadir untuk tidak berhenti belajar dengan memanfaatkan teknologi digital yang kian maju.

“Apaun pekerjaan kita itu bakal terkena imbas dari digitalisasi, hari ini kita harus memastikan masyarakat itu mengerti bahwa digitalisasi itu datang dan kita harus bersiap-siap. Yang jelas jangan berhenti belajar, kerena belajar itu tidak terbatas di ruang kelas, internet pun sebenarnya bisa menjadi sumber informasi, sumber knowledge. Jadi pastikan ambil manfaat sebesar-besarnya dari teknologi informasi,” tutr Fani.

Pengamat Teknologi Informatika, Dr. Muhammad Faiz Rafdhi membenarkan, arus digitalisasi di Indonesia memang tidak bisa dibendung lagi, terlebih saat ini Indonesia, bahkan dunia tengah berhadapan dengan industry 4.0. Bahkan menurutnya, berbagai kemudahan pun datang seiring hal itu, dimana kini untuk mencari pekerjaan, calon tenaga kerja tidak perlu repot untuk melamar di berbagai perusahaan, namun cukup menampilkan kecakapannya melalui salah satu platform di Internet seperti YouTube.

“Saya sampaikan, orang dulu memahami smartphone itu hanya untuk komunikasi, baik komunikasi telpon, komunikasi WhatsApp, atau komunikasi SMS. Padahal, ada potensi yang lain dan belum dioptimalkan,” tandasnya. (aliy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here